Rekomendasi Hidangan Gudeg, Cita Rasa Khas Yogyakarta

Kalau melihat atau mendengar gudeg, pasti kalian akan ingat kota Yogyakarta. Ya memang kota Yogyakarta terkenal dengan makanan khasnya yaitu gudeg, hidangan tambahan yang terbuat dari nangka muda. Umumnya, hidangan tambahan ini disajikan bersama nasi dan krecek beserta pilihan hidangan samping lainnya, seperti ayam suwir, telur, tempe, tahu, dan kuah santan. Proses memasak gudeg memerlukan waktu sampai beberapa jam sehingga banyak orang lebih memilih untuk membeli gudeg di luar dibanding memasaknya sendiri di rumah.

Sebelum menelusuri lebih dalam, gudeg terdiri dari dua macam, yaitu gudeg kering dan gudeg basah. Perbedaan dari kedua macam gudeg tersebut terletak pada banyak tidaknya kuah santan yang dihidangkan. Gudeg basah memiliki lebih banyak kuah santan daripada gudeg kering. Kedua jenis gudeg tersebut banyak dijumpai di Yogyakarta baik dalam restoran resmi maupun pedagang kaki lima. Nah, berikut ini adalah sejumlah tempat makan gudeg yang terkenal di tengah masyarakat akan kenikmatannya.

Gudeg Bromo Bu Tekluk

Nama usaha boleh menggunakan kata Bromo, tetapi Gudeg Bromo ini menjadi tempat pertama yang dituju oleh masyarakat Yogyakarta untuk menikmati gudeg basah di malam hari. Tentu di malam hari, Gudeg Bromo Bu Tekluk yang terletak di depan ruko seberang Ciao Gelato di Jl. Affandi No. 2A, Caturtunggal ini baru mulai melayani para pelanggannya pada pukul 11 malam hingga subuh. Antrean yang panjang akan menyambut bu Sumijo, pemilik usaha Gudeg Bromo. Pelanggan selalu rela mengantre panjang demi kenikmatan seporsi gudeg Bromo, berhubung dengan pelayanan bu Sumijo yang cepat sehingga semua orang tidak perlu menunggu terlalu lama. Biaya yang perlu dibayar untuk kelezatan seporsi gudeg di sini sekitar Rp25.000,00 atau lebih tergantung pada hidangan sampingan yang kamu pilih.

Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum merupakan salah satu restoran gudeg yang terkenal sampai luar daerah dan telah berhasil membuka banyak cabang di Yogyakarta. Gudeg Yu Djum ini telah berdiri sejak tahun 1951 dan terus berkembang hingga sekarang menjadi restoran legendaris yang sering menjadi tujuan kuliner wisatawan. Tak heran, semua orang mengetahui Gudeg Yu Djum sebagai gudeg ikonik kota Yogyakarta dengan aneka ragam pilihan hidangan tambahan yang ditawarkan kepada para pelanggannya. Harga yang dipasang berkisar dari Rp10.000,00 sampai Rp45.000,00 untuk setiap porsi nasi gudeg beserta lauk tambahan yang pastinya nikmat dan terasa manis seperti selera masyarakat lokal di Yogyakarta.

Gudeg Mbarek Haji Ahmad

Banyak masyarakat Yogyakarta berpendapat bahwa Gudeg Mbarek Hj. Ahmad merupakan saingan dari Gudeg Yu Djum. Namun berbeda dari saingannya, Gudeg Mbarek Hj. Ahmad berdiri sejak 1965 oleh bu Amad di daerah bernama Mbarek yang kemudian menjadi inspirasi nama merek tempat makan gudeg ini. Gudeg Mbarek Hj. Ahmad menawarkan nasi gudeng kering dengan berbagai pilihan lauk dengan harga mulai dari Rp12.000,00 hingga Rp45.000,00. Untuk penyuka kuliner yang tidak dapat makan makanan pedas, Gudeg Mbarek Hj. Ahmad dapat menjadi rekomendasi tempat makan gudeg karena krecek pada porsi nasi gudeg di sini yang tidak sepedas krecek pada umumnya.

Bubur Gudeg

Tidak hanya nasi, bubur dapat menjadi pengganti karbohidrat dalam hidangan gudeg. Walaupun tidak sebanyak usaha nasi gudeg, banyak masyarakat lokal yang menjual bubur sekaligus nasi gudeg sebagai pedagang kaki lima pada pagi hari. Salah satu contohnya adalah usaha bubur gudeg ini yang terletak di Jalan C. Simanjuntak dekat dengan El’s Computer Yogyakarta. Sajian bubur gudeg ini tentunya merupakan gudeg basah, tetapi tidak didominasi oleh rasa manis karena adanya berbagai lauk tambahan berupa telur, sayuran, tempe, dan sambal krecek. Untuk menikmati kelezatan seporsi bubur gudeg ini, Anda hanya perlu membayar Rp10.000,00 per porsi.

Berikut beberapa tempat makan hidangan nasi atau bubur gudeg yang menjadi rekomendasi bagi para pecinta kuliner yang sedang berkunjung ke Yogyakarta. Memang, mayoritas hidangan gudeg akan terasa manis sebagaimana makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta. Gudeg tidak boleh menjadi hal yang terlewatkan ketika Anda berada di Yogyakarta. Selamat mencoba dan menikmati!

[Kilas Balik] Menikmati Senja Bersama Takjil di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan

Meskipun arti takjil yang sebenarnya bukan sebagai hidangan berbuka puasa, tetapi kata takjil pasti mengingatkan orang-orang dengan istilah buka puasa menjelang Ramadhan. Takjil menjadi suatu hal yang dinantikan oleh umat Muslim pada saat bulan Ramadhan. Tanpa terkecuali, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan yang telah menjadi destinasi wisata kuliner andalan yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Yogyakarta. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan atau KRJ merupakan event tahunan di sepanjang Jalan Jogokariyan yang dipenuhi oleh para pedagang takjil selama bulan Ramadhan berlangsung. Beribu-ribu pengunjung baik umat Muslim maupun non-Muslim datang ke jalan ini pada waktu menjelang buka puasa untuk berburu takjil kesukaan mereka, mengingat banyaknya aneka pilihan takjil yang ada.

Baik makanan maupun minuman, beraneka ragam takjil ditawarkan oleh para pedagang yang memasang meja di sepanjang pinggir jalan raya. Hidangan pembuka puasa dijajarkan sepanjang jalan dengan harga yang terjangkau, seperti cumi bakar yang lezat, segarnya es pisang ijo, berbagai macam jenangan, dan sebagainya. Maka tak heran, bila setiap tahunnya Kampung Ramadhan Jogokariyan selalu ramai didatangi oleh para pengujung baik pencari takjil maupun pecinta kuliner. Sejumlah kios favorit akan ramai dikunjungi bahkan para calon pembeli rela antre untuk menunggu pesanan mereka siap. Selain kios-kios penjual takjil, sejumlah pengunjung yang hendak menikmati takjil akan duduk atau berdiri di pinggir jalan untuk menghindari senggolan pengunjung lainnya. Tak lupa, hiasan seperti lampu dan dekorasi lainnya juga dipasang untuk menghias suasana kampung ramadhan ini. Sebelum memasuki kawasan dagangan takjil, gapura besar bertuliskan ‘KRJ’ sebagai kependekan dari Kampoeng Ramadhan Jogokariyan didirikan dengan hiasan lampu warna-warni yang akan menjadi perhatian warga yang melintas di daerah tersebut.

Sumber: Dok. PribadiTidak hanya warga sekitar Jogokariyan saja, banyak masyarakat dari daerah yang jauh turut datang untuk menikmati sejumlah takjil yang ada. “Jalan ini akan mengalami puncak keramaiannya di pukul 5 sore, satu jam sebelum buka puasa,” kata Bu Mini, salah satu penjual jajanan takjil di Kampung Ramadhan Jogokariyan ini. Para penjual takjil merupakan warga sekitar Jalan Jogokariyan yang akan menawarkan hidangan pembuka puasa buatan mereka di bawah kendali Masjid Jogokariyan dari pukul 14.00 hingga 18.30 ketika mereka disuruh berkemas dan membersihkan tempat.

Masjid Jogokariyan adalah masjid yang terletak di tengah-tengah Jalan Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta dengan rutinitas menyediakan 2.500 porsi hidangan berat secara gratis bagi umat Muslim yang hendak buka puasa. Namun pada tahun 2018, pihak Masjid Jogokariyan menambah 500 porsi hidangan karena antusiasme pengunjung yang ingin berbuka puasa bersama di Jalan Jogokariyan. Bukan hanya hidangan pembuka puasa, berbagai kegiatan diadakan di dalam Masjid Jogokariyan untuk menambah minat pengunjung setiap tahunnya, seperti acara mendongeng bagi anak-anak selagi menunggu waktu untuk berbuka puasa. Selain itu, kegiatan Shalat Tarawih turut diselenggarakan di halaman depan masjid setelah jalan ini dibersihkan oleh pihak kebersihan.

Tentunya, Jalan Jogokariyan yang biasanya dibuka sebagai jalan raya pada umumnya akan ditutup untuk seluruh jenis kendaraan ketika mulai memasuki jam buka puasa. Tidak perlu khawatir karena sejumlah kantong parkir tersedia bagi para pengunjung KRJ, kantong parkir yang menjadi rekomendasi warga adalah kantong parkir di ujung timur jalan, tepatnya di depan lapangan futsal. Sebagai tambahan, beberapa tempat sampah dengan jumlah yang memadai disediakan pada beberapa titik di sepanjang jalan dengan harapan agar kebersihan dan keasrian lingkungan Jogokariyan tetap terjaga. Kampung Ramadhan Jogokariyan selalu dibuka untuk masyarkat umum termasuk kamu setiap bulan Ramadhan, sampai jumpa di Kampung Ramadhan Jogokariyan berikutnya!

Pelengkap Saat Belajar, Roti Bakar Bandung (Depan SV UGM)

Bandung merupakan kota yang terkenal akan wisata kuliner karena beranekaragamnya kuliner yang ditawarkan oleh masyarakat Bandung, seperti bala-bala, batagor, colenak, cireng, comro, cendol, cilok, cimol, dan roti bakar. Berbeda dari cara penyajian roti lainnya, roti bakar khas Bandung merupakan tumpukan dari roti tawar tebal berbentuk prisma persegi panjang yang diisi dengan topping dan diolesi dengan mentega kemudian dibakar pada setiap sisi luarnya. Kenikmatan roti bakar tidak pernah diragukan karena bagian luarnya yang terbakar terasa gurih dengan adanya lelehan mentega yang pas. Roti bakar dapat menjadi makanan gurih maupun manis tergantung pada pilihan isinya seperti vanilla, cokelat, oreo, keju, cappucino, kacang, dan berbagai selai buah-buahan.

Sumber: Dok. PribadiNah, kalian masyarakat Yogyakarta yang penasaran akan kenikmatannya tidak perlu berandai-andai lagi karena Yogyakarta sudah memiliki banyak usaha roti bakar yang menggunakan gerobak sederhana maupun mendirikan toko. Para penjual roti bakar dengan gerobak mulai buka sejak sore hari sekitar pukul 16.00 hingga tengah malam atau sampai seluruh roti habis terjual di pinggir jalan. Gerobak yang digunakan seperti gerobak makanan pada umumnya yang memiliki kompor pada bagian bawah dan meja untuk melakukan persiapan masak maupun penyajian. Hal yang berbeda hanya pada wajan untuk membuat roti bakar yang datar dan cukup luas hingga mencakup setengah panjang gerobak. Setengah bagian lainnya digunakan untuk mengolesi mentega, menuangkan isi, memotong roti, dan membungkus roti dengan kertas coklat. Pada umumnya, para penjual akan memotong roti bakar menjadi lima bagian sama besar sehingga Anda akan dapat memiliki sepuluh potongan roti bakar.

Gerobak penjual roti bakar bukan menjadi hal yang asing di Yogyakarta, bahkan setiap jalan atau daerah pasti mempunyai satu gerobak yang lebih menonjol dibanding gerobak lainnya. Umumnya, gerobak penjual roti bakar terkenal akan kenikmatan roti bakarnya dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp10.000,00. Salah satu roti bakar terkenal di daerah Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah gerobak penjual roti bakar yang terletak di pertigaan antara gedung Sekolah Vokasi bagian barat UGM, cabang kantor bank Mandiri, dan Kopma UGM.

Usaha roti bakar ini dijalankan hanya oleh seorang bapak yang akan mulai ada di tempat pada pukul 5 sore hingga semua rotinya habis terjual. Gerobak roti bakar di pertigaan ini biasanya sudah habis pada pukul 11 sampai 12 malam. Setiap pelanggannya yang hendak membeli pasti harus menunggu antrean bersama pelanggan lain yang sedang menunggu roti bakar mereka selesai dibuat. Roti bakar ini cukup terkenal bagi mahasiswa sekolah vokasi dan orang-orang yang tinggal di daerah Sendowo dan Blimbingsari.

Harga yang perlu dibayar sangat terjangkau, sejumlah Rp10.000,00 hingga Rp20.000,00 tergantung pada rasa isian roti bakar yang Anda pilih. Usaha roti bakar ini terkenal akan kenikmatannya dari pinggiran roti yang cukup garing dan gurih hingga tekstur rotinya yang empuk. Bukan hanya itu, isian dalam roti bakar yang diberikan tidak pernah berjumlah sedikit. Bapak penjual tidak segan untuk memberikan isian yang melimpah, begitu pula dengan olesan mentega yang diberikan pada bagian luar. Selama proses membakar, bagian luar roti kembali diolesi dengan mentega sehingga roti bakar yang dibuat menjadi sangat enak dan gurih.

Untuk membeli roti bakar yang dibuat di gerobak tentunya menggunakan sistem take away. Kekurangan usaha roti bakar di pertigaan ini hanya terletak pada minimnya kursi yang disediakan untuk menunggu antrian. Bapak penjual hanya menyediakan satu kursi kayu panjang bagi para pelanggannya yang kadang tidak sesuai dengan jumlah pelanggan yang mengantri. Sisi baiknya, pelanggan tetap dapat melihat proses pembuatannya bila merka mau sambil berdiri dan menunggu pesanan. Pelanggan juga dapat menunggu di kendaraan karena letak gerobak yang ada di pinggir jalan. Pada akhirnya, biaya dan lamanya waktu menunggu pesanan sepadan dengan roti bakar yang anda akan nikmati. Selamat makan!

Il Tempo Del Gelato: Sejuta Rasa Penyegar Dahaga

Sumber: Dok. Pribadi

Setiap memulai hari yang baru, suhu di Indonesia khususnya Yogyakarta terasa semakin panas. Oleh sebab itu, es krim hadir menjadi sebuah makanan yang menyegarkan dan menyejukan bagi masyarakat. Pada masa kini, es krim telah memiliki berbagai macam rasa yang unik namun tetap memuaskan lidah para penikmatnya seperti toko es krim yang terkenal di Jalan Kaliurang, II Tempo Del Gelato. Selain itu, II Tempo Del Gelato juga terletak di Jalan Prawirotaman sebagai toko es krim pertama yang berdiri di daerah tersebut.

Platform wisata terbesar di dunia yang sudah dipercayai oleh banyak orang, yaitu tripadvisor turut mengulas Il Tempo Del Gelato. Website tripadvisor ini mempermudah kegiatan wisata terutama wisata kuliner di berbagai negara termasuk Indonesia karena berbagai ulasan dan opini wisatawan yang dapat dituang secara terbuka dan dilihat oleh semua orang. Pada website tripadvisor, Il Tempo Del Gelato yang terletak di Jl. Kaliurang mendapat nilai 4,5 dari 5 sebagai kesimpulan dari 145 ulasan wisatawan. Cabang Il Tempo Del Gelato ini turut medapat sertifikat keunggulan pemenang tahun 2018-2019.

Il Tempo Del Gelato menawarkan 2 jenis makanan dingin, yaitu gelato dan sorbet. Meskipun bahasa Italia dari es krim adalah gelato, es krim dan gelato merupakan dua makanan dingin yang berbeda. Es krim memiliki rasa krim dan tambahan yang lebih tajam dibandingkan dengan gelato. Selain itu, tekstur gelato lebih padat dan variasi rasanya lebih dinamis karena gelato yang umumnya merupakan produk rumahan atau homemade. Sementara itu, sorbet memiliki tekstur seperti serbuk es dan variasi rasa yang didominasi oleh buah-buahan.

Secara fisik, Il Tempo Del Gelato menjadi tempat yang sangat cocok bagi penikmat es krim yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, pacar, gebetan, maupun sendirian. Suasana toko Tempo Gelato di Jl. Kaliurang ini disajikan dengan rustic industrial concept yang terlihat dari desain beserta suasana yang diciptakan. Menurut arsitek Probo Hindarto, konsep desain ruangan ini merupakan gaya desain arsitektur dan interior yang menitikberatkan kesan alami dari material yang tidak dihaluskan, seperti kayu, batu, logam, dan sebagainya dengan pilihan warna monokromatik yang terlihat maskulin. Konsep ruangan tersebut turut didukung dengan penggunaan interior seperti kursi, meja, dan tangga yang jelas terbuat dari kayu serta dinding yang terlihat dari batu bata berwarna cream yang dilengkapi dengan berbagai hiasan dan figura-figura. Figura-figura yang dipajang pada dinding berisi berbagai ulasan dan foto-foto penikmat es krim yang pernah berkunjung sebelumnya. Bukan hanya itu, salah satu sisi dinding dengan pintu masuk yang menghadap ke jalan Kaliurang terbuat dari kaca sehingga anda dapat menikmati es krim di genggaman anda sekaligus pemandangan kendaraan yang berlalu-lalang.

Untuk dapat merasakan kenikmatan di Tempo Gelato, anda perlu membayar minimal Rp20.000,00. Il Tempo Del Gelato menyajikan beberapa pilihan menu berdasarkan cara penyajian yaitu es krim beserta cone seharga Rp25.000,00 dan es krim dengan cup seharga Rp20.000,00 hingga Rp115.000,00. Penyajian es krim dengan cup terdiri dari beberapa ukuran yang tentunya memiliki harga yang harus dibayar masing- masing. Demi menikmati 2 pilihan rasa dengan ukuran small, anda perlu membayar sejumlah Rp20.000,00 dan ukuran medium dengan 3 pilihan rasa seharga Rp40.000,00. Selain itu, anda juga dapat memilih 4 pilihan rasa es krim dengan membayar Rp65.000,00 dan ukuran x-big dengan 5 pilihan rasa seharga Rp115.000,00. Pembayaran dilakukan pada meja kasir sesuai dengan ukuran yang anda pilih dan kasir akan memberikan sebuah kertas. Kemudian, kertas pembayaran tersebut dapat anda tukarkan dengan pilihan rasa es krim yang anda inginkan. Jumlah uang yang anda keluarkan akan sepadan dengan kenikmatan es krim yang anda peroleh.

Baik gelato maupun sorbet, Il Tempo Del Gelato menawarkan berbagai macam pilihan rasa yang dapat dipilih. Varian rasa gelato yang ditawarkan berupa krokante, jahe, sereh, kayu manis, karamel, kopi, nutella, biskuit, choco chips, brownies, cokelat, bahkan cokelat pedas, rasa buah-buahan, dan sebagainya. Sementara itu, sorbet turut ditawarkan dengan varian rasa buah leci, jambu, kiwi, mangga, buah naga, dan berbagai macam rasa lain di luar buah-buahan, seperti oreo, kemangi, jahe, cokelat, praline, matcha, dan thai tea. Bila anda bingung mereka tidak akan segan untuk memberikan satu sendok es krim berisi gelato maupun sorbet yang ingin anda coba terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian.  Sebagai tambahan informasi, penikmat es krim yang datang bukan hanya warga lokal saja, banyak wisatawan mancanegara yang juga ingin berkunjung dan menyukai produk yang disajikan di Il Tempo Del Gelato.

Menurut saya, Il Tempo Del Gelato menjadi tempat yang nyaman untuk membuat tugas dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat karena berbagai macam alasan. Pertama, Il Tempo Del Gelato menyediakan fasilitas wifi bersama dan air putih yang dapat diambil secara cuma-cuma bagi para penikmat es krim. Selain itu, Il Tempo Del Gelato selalu ramai dikunjungi karena kenikmatannya yang terkenal di kalangan masyarakat namun anda akan tetap mendapat tempat karena kapasitas ruangan yang luas beserta meja dan kursi dalam jumlah yang cukup banyak. Selain mempunyai berbagai pilihan rasa yang beragam sehingga pengunjung selalu memperoleh pengalaman dan cerita yang baru setelah berkunjung, toko di Jl. Kaliurang ini juga memberikan pengalaman lain berupa beberapa spot foto yang instagrammable para penikmat es krim. Namun disayangkan, beberapa orang berpendapat bahwa pencahayaan ruangan terutama pada malam hari yang kurang cukup terang.

Referensi

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/travel/read/2015/09/19/102100427/Bingung.Bedakan.Es.Krim.Gelato.dan.Sorbet (diakses pada tanggal 16 Agustus 2019)

http://industriallivings.blogspot.com/2016/04/rustic-industrial-concept.html (diakses pada       tanggal 16 Agustus 2019)

https://www.rumah.com/berita-properti/2016/3/120569/memahami-definisi-dan-ciri-khas-gaya-rustic (diakses pada tanggal 16 Agustus 2019)

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started